Real-Time Forex Rate


ForexProssusanti : blog for real trading forex

Interest Rates Powered by Forex Pros

Live Economic Calendar Powered by the susanti : blog for real trading forex

Rabu, Juni 30, 2010

GBP/ USD 01st Jul 2010

rsa10's Avatar
Ketepatan R/S



Technical Analysis GBPUSD

The bearish pattern has been activated and warns about it today after breaching 1.5010 and currently affects the pair negatively, where the support level for the bullish short term channel is at 1.4920. The pair is trading below SMA 50 and makes us expect more negative pressure on the pair; thus we expect a bearish intraday trend that will start with the breach of support and heads towards 1.4850 initially. This level is forming a part of the bearish technical pattern scenario that is being formed, shown in the image above. Keep in mind that, momentum indicators are giving off bullish signs, but the bearish direction will remain intact as long as trading is below 1.5010.

The trading range for today is among the key support at 1.4765 and the key resistance at 1.5070.

The short term trend is to the downside as far as 1.5590 remains intact with targets at 1.3800.


Support1.49201.48501.47701.47301.4690

Resistance1.50101.50701.51301.51801.5230


GBP/USD aiming for a correction

Thu, Jul 1 2010, 00:02 GMT

GBP/USD Current price: 1.4940. Consolidating barely above 1.4920 support, the area has probe to be a strong inflection point for the cross, so an acceleration under that one, could probably signal the end of the bullish aims of Pound. Still, hourly charts show some bottoming after the slide, suggesting some upside correction ahead; immediate resistance area lies at 1.4960 so above it, there is a chance of a retest of the 1.5010 zone.

“Bigger time frames support the bias, as CCI seems exhausted around -200 in the 4 hours charts,” said Valeria Bednarik, collaborator at FXstreet.com.

Support levels: 1.4920 1.4860 1.4820. Resistance levels: 1.4960 1.5010 1.5050.

Menyaring Berita

Menyaring Berita


Terdapat kurang lebih 50 berita-berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakkan mata uang yang kita tradingkan.
Tidak semua berita-berita tersebut berpengaruh secara signifikan, beberapa diantaranya dapat membuat mata uang bergerak drastis, yang lainnya hanya menimbulkan riak-riak kecil dan tidak cukup berarti untuk membuat trading profit.

Ini menjadi isu penting, jika kita ingin menjadi seorang trader setiap waktu dan tidak kenal musim.

Ada sekitar 10 berita fundamental yang patut di perhatikan mulai dari keputusan suku bunga hingga perihal masalah employment change.

Kunci untuk menguasai faktor fundamental dalam forex adalah : membacanya ! Untuk dapat mengetahui sebuah berita fundamental penting atau tidak, diperlukan pengalaman dan pengetahuan.
Ada beberapa website yang memberikan kriteria untuk setiap berita: tidak penting, cukup penting dan sangat penting.

Berita-berita yang tidak penting, diabaikan saja serta tidak dihubungkan dengan trading kita sama sekali, karena hanya memberikan pengaruh yang tidak signifikan dan merecoki trading kita.
Namun berita-berita penting seperti : interest rate dan employment change adalah berbahaya untuk diabaikan begitu saja.

Perhatikan juga pair mata uang yang kita tradingkan. Jika kita bertrading AUD/USD, maka cukup perhatikan berita kedua negara itu saja. Jika muncul berita kenaikan suku bunga yang berasal dari Canada, ya tidak perlu diperhatikan.
Namun untuk AUD, kita juga perlu mengetahui apa yang terjadi pada negara tetangganya yang bermata uang NZD, yaitu Selandia Baru (NZD). Dikarenakan mereka sangat dekat dan mirip satu sama lain.

Jarak dan kecepatan rumor yang beredar penting disini.

Beberapa berita ekonomi yang perlu kita simak, beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang :

1. Average Earning Index (AEI atau Average Earning saja)
Biasanya dikeluarkan oleh Inggris dan Canada.
  • Memberikan informasi pendapatan para pekerja dan hubungannya dengan tingkat inflasi melalui indikator fundamental lainnya yang disebut RPI (Retail Prices Index).
  • Bila AEI mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan RPI maka ini adalah indikasi bahwa upah mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan kenaikan harga barang ----> hal ini baik bagi perekonomian sebuah negara, namun dampak negatifnya adalah naiknya tingkat inflasi.
  • Pada forex trading apabila inflasi mengalami kenaikan maka mata uang cenderung akan menguat dikarenakan ekspektasi meningkatnya suku bunga.
  • kesimpulan : bila AEI mengalami kenaikan maka mata uang akan naik juga.
  • AEI tergolong high volatility expected indikator.

2. Chicago PMI (Purchasing Manager's Index) atau PMI saja.
Ini adalah indikator fundamental khusus yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat.
  • memberikan informasi naik atau turunnya tingkat pengeluaran para purchasing manager di kota Chicago yang banyak diantaranya merupakan industri manufaktur.
  • Naiknya indikator ini merupakan indikasi menguatnya mata uang USD.
  • PMI tergolong high volatility expected indikator.

3. Consumer Price Index (CPI).
Inggris dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling sering mengalami naik turunnya mata uang dikarenakan berita CPI ini.
  • merupakan indikator penentu tingkat inflasi dititik konsumen.
  • CPI sendiri membantu menentukan berapa besarnya kepercayaan konsumen 1 bulan dalam melakukan pembelian.
  • Apabila CPI naik maka mata uang negara yang bersangkutan juga akan ikut naik.
  • CPI tergolong medium volatility expected indikator.Namun apabila perhitungan CPI dilakukan diluar sektor makanan dan energi maka CPI dapat menjadi high volatility expected fundamental indikator karena kedua sektor tersebut merupakan sektor yang paling sering berubah dari waktu ke waktu.
  • CPI biasa dikeluarkan sekitar tanggal 13 setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT)

4. Gross Domestic Product (GDP). / Produk Domestic Bruto.

  • merupakan salah satu indikator fundamental penting dalam keseharian forex kita.
  • Bila GDP mengalami kenaikan maka secara sederhana mata uang akan menguat, dikarenakan produksi suatu negara juga meningkat.

5.Money Supply
Indikator ini mengukur 3 hal
  1. jumlah uang yang beredar dimasyarakat dalam bentuk koin atau kertas.
  2. besarnya pinjaman bank kepada masyarakat.
  3. jumlah perubahan nilai hutang yang belum dilunasi pemerintah
Naiknya Money Supply biasanya akan menyebabkan mata uang menguat.

6. Non Farm Payrolls
  • Ini salah satu berita yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan trader fundamental.
  • dikeluarkan oleh US, muncul sebulan sekali pada hari jumat, minggu pertama
  • Mengukur besarnya pengeluaran pemerintah dalam pembayaran gaji diluar sektor pertanian dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Meningkatnya Non Farm Payrolls dapat mengakibatkan mata uang menguat dengan drastis dalam hitungan puluhan hingga beberapa ratus point.
  • NFP digolongkan indikator very high volatility expected.
7. Producers Price Index (PPI)
  • Indikator pengukur tingkat inflasi ----> sama seperti CPI, bedanya CPI berada di sisi konsumen, maka PPI mengukur inflasi di tingkat produsen.
  • Kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi, dan berbagai komponen produksi menjadi bagian perhitungan PPI.
  • Jika PPI mengalami kenaikan maka mata uang akan menguat.
  • PPI biasa dikeluarkan sekitar tanggal 11 setiap bulan pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).
  • PPI tergolong high volatility expected.
8. Retail Sales
  • Mencatat total penjualan barang di sektor, tetapi tidak termasuk jasa, karena pengukuran jasa tergolong sulit.
  • merupakan salah satu indikator yang baik untuk mengukur tingkat pengeluaran konsumen.
  • Biasanya bila AEI (Average Earning Index) mengalami kenaikan maka Retail Sales juga akan meningkat, karena naiknya upah pasti diikuti meningkatnya konsumsi.
  • Bila Retail Sales naik maka mata uang juga akan naik nilainya.
  • Retaill Sales dikeluarkan sekitar tanggal 12 setiap bulan pukul 20.30 (13.30 GMT)
9. Trade Balance
  • adalah selisih antara nilai ekspor dikurangi nilai impor sebuah negara.
  • Nilai minus : menunjukkan impor lebih besar dibanding ekspornya, sebaliknya, nilai positif : menunjukkan ekspor lebih besar dibandingkan impor.
  • Kebanyakan negara yang sedang melakukan ekspansi perdagangan atau negara berkembang memiliki Trade Balance yang negatif.
  • Dalam pasar uang, semakin positif nilai Trade Balance maka semakin menguat nilai mata uang negara tersebut.
10. ISM Manufacturing Index (ISM-MI) : Institute of Supply Management Manufacturing Index
  • merupakan indikator terbesar untuk indikator fundamental yang mengukur indeks manufaktur.
  • Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja tiap bulannya.
  • merupakan hasil survey lebih dari 20 industri manufaktur dan melibatkan 300 purchasing manager di Amerika.
  • Bila ISM-MI mengalami kenaikan, tentu saja mata uang negara yang bersangkutan akan menguat.
11. Consumer Confidence Index (CCI)
  • Merupakan indikator yang mengukur tingkat kepercayaan pada 5000 konsumen yang di survey, dan pandangan mereka terhadap prospek ekonomi ke depan.
  • Dikeluarkan setiap hari selasa pada akhir bulan pukul 22.00 WIB (15.00 GMT).
  • Bila CCI mengalami kenaikan berarti kepercayaan konsumen meningkat terhadap perkembangan ekonomi dan mengakibatkan mata uang dapat meningkat.
  • CCI tergolong Moderate Volatility Expected indikator
12. Interest Rate Statement
  • Setiap bulannya Bank Sentral tiap-tiap negara selalu mengumumkan kebijakan suku bunga bank Sentral sebagai patokan bagi bank-bank lainnya di negara tersebut. Keputusan nya apakah naik, turun atau tetap. Suku bunga tersebut pada akhirnya akan menentukan besarnya suku bunga deposito, kredit, tabungan dan berbagai kebijakan pinjam-meminjam lainnya pada dunia perbankan di negara itu. Dapat dikatakan kebijakan suku bunga merupakan salah satu aksi final Bank Sentral terhadap berbagai kondisi ekonomi yang terjadi dinegaranya.
  • Pasar uang termasuk jenis investasi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Terutama apabila terjadi perubahan suku bunga yang tidak diprediksi sebelumnya oleh pasar.
  • Sederhananya, apabila terjadi kenaikan suku bunga maka dapat dikatakan bahwa mata uang akan meningkat drastis, dan sebaliknya apabila terjadi penurunan suku bunga maka mata uang akan mengalami pelemahan yang drastis pula.
  • Kebanyakan negara maju, menahan laju suku bunganya untuk menghambat terparkirnya dana di Bank dan tidak diolah menjadi investasi di dunia riil.
  • Sebaliknya pada negara berkembang, biasanya pemerintah mencetak terlalu banyak uang untuk membiayai kegiatan pembangunan. Untuk itu diperlukan kebijakan suku bunga yang lebih kompetitif guna menarik uang yang terlalu banyak beredar dipasar dengan cara membuat bunga tabungan dan deposito terlihat menarik.
  • suku bunga jepang ada pada rate 0.5%, US dan Inggris di level 5.25% dan 5.50%, sedangkan Indonesia secara makro ekonomi sedikit membaik, suku bunga menurun (dari 9.5% menjadi 8.25%.

Semakin banyak detail berita fundamental yang kita tahu akan semakin membantu kita bertrading.


-

Forex: GBP/USD tumbles to 1.4935

Wed, Jun 30 2010, 15:10 GMT

The Pound broke below 1.4960 and tumbled to 1.4935 hitting the lowest price since last Friday. The pair rebounded and rose back above 1.4950.

Cable is falling for the second day in a row and continues to move away from 1.5125/30, 7-week highs. On Wednesday the pair fell under 1.5000 for the first time since the beginning of the week.

“The psychological level of 1.50 was broken while the pair continues its downside trend after it was trading near an overbought area for the last couple of days. As investors lock in on gains, caused the pound to depreciate, while today investors were waiting for the GDP data which was delayed until next month”, the ecPulse.com Analysis Team said.

According to the FastBrokers Research Team despite present weakness, “Cable is still safely within range of its uptrend dating back to May lows” and if tomorrow’s data from Asia and the UK disappoint “then the Cable could find itself victim to more downward pressure”.


Forex: GBP/USD hits 3-day low, bounce off
Wed, Jun 30 2010, 10:01 GMT


The pair descended past 1.5000 to hit a new fresh 3-day low at 1.4980. Despite having been well supported above 1.5020, new bearish pressure sent the Cable further down, breaking through the area over the past hour.

Prior to that, the pair opened at 1.5063 to initially see-saw through the Asian session. A rise in the downward tendencies intensity triggered the downhill move. At present, GBP/USD has been able to pare half its daily losses to currently trade at 1.5020.

According to the Analyst Team at 4CAST: “On the upside, resistance is likely to be faced at R3: 1.515 * 6-May high, R2: 1.513 28-Jun high, R1: 1.5065 28-9-Jun high volume. On the downside, support may be taken at S1: 1.4935 * 21-Jun high, S2: 1.493 25-Jun high volume, S3: 1.4855 25-Jun spike low”.

Selasa, Juni 29, 2010

Tue, Jun 29 2010, 12:03 GMT

The today Sterling's decline against the Dollar from 1.5120, intra-day high reached in the Asian session, seems to have found support at 1.5010, close to yesterday low at 1.5015 with the pair bouncing back above 1.5050 level, close to daily pivot point at 1.5075.

Currently the GBP/USD is trading at 1.5060.

"Cable is down overnight but within the uptrend since May," says TJ Marta, analyst at Marta on the Markets. "Daily and weekly trends are higher," he continues, "The pair is overbought in daily time-frame, but oversold in weekly."

The 1.5010/20 zone has been confirmed as key support, yesterday and today's lows, and it could be taken as neck in a possible H&S formation.

"GBPUSD/ is currently forming what could be the second shoulder of a potential H&S pattern, with its horizontal neckline at 1.5018," says Gonçalo Moreira, Exper Advisor in FXstreet.com. "Although the potential formation did establish a bearish MCAD divergence on the 60M and 30M charts, the reaching of the potential target zone could be hindered by the ascending support trendline and weekly pivot point."

Senin, Juni 28, 2010

Trading Plan

Untuk dapat survive dan memperoleh profit secara konsisten, kita tidak hanya dituntut memiliki sebuah trading system yang baik dan teruji tetapi juga sebuah rencana trading (trading plan) yang terperinci.

R/S 28 June 2010

GBP/USD Weekly Outlook

GBP/USD's rebound from 1.4230 extended further to as high as 1.5075 last week. The stronger than expected rise suggest that it's corrective whole fall from 1.6875 instead of fall from 1.5521. Initial bias remains on the upside and further rise should be seen to 38.2% retracement of 1.6875 to 1.4230 at 1.5240 next. On the downside, below 1.4855 minor support will turn intraday bias neutral and bring retreat. But another rise will now remain in favor as long as 1.4346 support holds.

In the bigger picture, our bearish view remains unchanged. Fall from 1.7043 is tentatively treated as resumption of the whole down trend from 2007 high of 2.1161. Such fall should target 61.8% projection of 2.1161 to 1.3503 from 1.7043 at 1.2310 after taking out 1.3503 low. On the upside, break of 1.5521 resistance is needed to be the first signal of medium term bottoming. Otherwise, outlook will remain bearish.

In the longer term picture, the corrective nature of the multi-decade advance from 1.0463 (85 low) to 2.1161 as well as the impulsive nature of the fall from there suggests that GBP/USD is now in an early stage of a long term down trend. Rebound from 1.3503 should have completed and the whole fall from 2.1161 is likely resuming for 61.8% projection of 2.1161 to 1.3503 from 1.7043 at 1.2310 next.

Time Frame 4H





Time Frame 15M

Sabtu, Juni 26, 2010

Jumat, Juni 25, 2010

Fri, Jun 25 2010, 08:30 GMT

Pound's retreat from 1.5000/10 on Thursday is extending lower on early European session as the pair's recovery attempt from 1.4915 has been rejected at 1.4975 area at European opening, before pulling back to levels below 1.4900 at the moment of writing.

The pair is going through a corrective decline, according to Ian Coleman, which next targets, below 1.4915, at 1.4844 and 1.4802: "We noted in the room yesterday how 1.5015 is 161.8% of the first move higher. We should correct lower from here. We need to see a break of 1.4917 to confirm this. I would then look to 1.4844 and 1.4802."

On the upside, Coleman points out to 1.5000 resistance area, and above here, 1.5015 and 1.5100.


Rabu, Juni 23, 2010

R/S 24 Jun 2010








-

Senin, Juni 21, 2010

Create a Trading System

Create a Trading System

Bagaimana membuat sebuah trading system?
1. Menentukan tujuan trading kita ( Trading objectives).
2. Menentukan tipe trading kita.
3. Menentukan tools indikator teknikal dan fundamental
4. Menentukan besaran limit dan stop loss.
5. Lakukan back test.
6. Lakukan dan taati trading system kita.


ad. 3 Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental.
Setidaknya kita memerlukan indikator teknikal dan fundamental untuk memprediksikan 2 hal berikut :
> Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat.
> Saat yang tepat untuk melakukan entry.

Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading system kita kelak.
Pertama untuk mengetahui trend yang terjadi, kita harus menggunakan time frame yang lebih besar dan indikator tertentu untuk mengukurnya.
Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif apabila kita menggunakannya sebagai penentu untuk entry.
Kalau kita menggunakan time frame yang lebih kecil, kita dapat terjebak oleh whipsaw dari pergerakkan harga di kemudian hari.

http://www.leeroo.com/images/311_tradtype.jpg

Dapat dilihat dari gambar diatas, bahwa seorang day trader time frame untuk menentukan trend yang terjadi adalah grafik 4H.

Untuk dapat menentukan trend yang terjadi pada sebuah grafik, kita akan menggunakan 2 buah indikator :
1. Indikator trend follower.-----> Exponential Moving Average (periode 5 dan 10)
2. Indikator untuk menentukan Overbought dan Oversold----->Oscillator.---->karena kita tidak mau mengalami bahwa trend yang sedang terjadi akan segera berakhir, kita tambahkan Oscillator.-------> Stochastic Oscillator (periode 10, 5, 5)



Cara menggunakannya :
> sebuah trend dapat di golongkan naik hanya bila :
- XMA5 berada diatas XMA10
- Stochastic tidak berada pada area OB (Overbought) dan juga arah naik.

> sebaliknya Down trend hanya berlaku bila :
- XMA5 berada dibawah XMA10
- Stochastic tidak berada pada area OS (Oversold) dan juga arah turun.

Sekarang kita akan menentukan indikator untuk melakukan entry pembukaan posisi.
Isi Indikatornya kurang lebih sama, yang berbeda , kalau time frame dan seperangkat indikator diatas untuk menentukan trend, kali ini adalah untuk menentukan kapan waktunya kita membuka posisi.

Entry pembukaan posisi
1. Time frame yang digunakan adalah 15 M atau dapat juga 30 M.
2. Indikator juga sama, tapi kali ini ditambahkan lagi satu indikator oscillator tambahan, yaitu William's %R
a. XMA 5 dan 10
b. Stochastic Oscillator (10, 5, 5)
c. William's %R periode 14 dengan batasan 50-50

William's %R berguna untuk konfirmator lain bersama dengan Oscillator Stochastic, namun tidak menggunakan batasan 20-80 tapi 50-50.
Jadi jika William's %R menunjukkan arah naik dan tidak berada dibawah batasan -50, maka itu menunjukkan harga sedang bergerak naik menurut Williams.



Lalu bagaimana aturan untuk entry pada tf 15M/30M ini?
Sebuah posisi Buy atau Sell tidak akan dilakukan tanpa mengikuti arah dari trend confirmator pada grafik 4H sebelumnya.
maksudnya :
> Bila grafik 4H menunjukkan kondisi saat ini adalah uptrend maka pembukaan posisi hanya akan mencari posisi Buy (dan posisi Open Sell tidak akan pernah diambil).
> sebaliknya bila grafik 4H menunjukkan arah downtrend maka kita hanya mencari posisi Open Sell saja (dan tidak akan pernah membuka posisi Open Buy), seberapapun bagusnya grafik 1H terlihat naik.


Open Buy:
> Hanya bila grafik 4H menunjukkan trend naik
> XMA dan Stochastic menunjukkan arah naik.
> William's %R berada di area 0 hingga -50 (tidak berada di area -50 hingga -100).




Open Sell :
> Hanya bila grafik 4 H menunjukkan trend turun.
> XMA dan Stochastic menunjukkan arah turun.
> William's %R berada di area -50 hingga -100.



R/S hari ini...



menentukan r/s hari ini

grafik candle berada di fibo 0.0 dan 33.3, berarti
> garis 0.0 adalah support1
> garis 33.3, 50.0, 66.6, 100.0 adalah ressistance 1, 2, 3,4.

r1 = 1.4805
r2 = 1.4838
r3 = 1.4872
r4 = 1.4937

dan

s1 = 1.4739

Forex: GBP/USD Allow for a pullback to 1.4613 - Commerzbank

Mon, Jun 21 2010, 08:01 GMT
http://www.fxstreet.com

FXstreet.com (Barcelona) - The Pound extended its recovery from 1.4345 low on Jun 8 to levels above 1.4900 on Asian session, reaching key resistance levels, which, according to Karen Jones, technical analyst at Commerzbank, could trigger a pullback to 1.4613 area.

The Pound has reached 1.4860/1.4945 area, which according to Jones, contains important resistance levels: "GBP/USD’s rally higher has reached the 1.4860/1.4945 resistance – this zone contains a double Fibonacci resistance, the 55 day moving average and the 6 month downtrend. We would allow for a pullback towards the 20 day ma at 1.4613."

On the upside, breach of 1.4945 would allow a move to 1.5240/50, says Jones: "Should 1.4945 be eroded we will have to allow for a move to the double Fibonacci retracement at 1.5240/50, this is the maximum upside corrective target we expect to see.

Sabtu, Juni 19, 2010

Psikologi Forex

PSIKOLOGI FOREX

Psikologi dalam bertrading forex adalah bagian tersulit dalam bertrading, karena sebagian besar orang bertrading mengalami kendala bukan pada bagaimana mereka memprediksi harga tetapi bagaimana mereka mengendalikan diri mereka sendiri.

Bagaimana menaklukkan diri kita sendiri ketika bertrading?
karena bagaimanapun trading melibatkan manusia, dan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Tiap-tiap diri manusia memiliki sifat serakah, takut, ragu-ragu dan sisi emosi kesemuanya itu mempengaruhi pola trading kita.

Seorang trader profesional haruslah memiliki kemampuan untuk memanage mental serta emosinya demi kepentingan tradingnya. Hal ini tidaklah mudah.
> Ada yang cukup melakukan simulasi dalam pikiran mereka lalu mereka mampu menjaga pikiran dan emosi mereka tetap sehat ketika bertrading.
> Ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk dapat memanage mental mereka.
> Lainnya tidak dapat melewatinya sama sekali.

Mereka yang gagal disini tidak akan bertahan lama dalam investasi forex.

Ada beberapa karakter buruk yang perlu kita hindari ketika bertrading, bersepakatlah untuk tidak membawa kebiasaan buruk ini dalam trading.

1. Serakah
Serakah dalam forex terjadi apabila kita menginginkan lebih namun tidak memiliki dasar yang kuat untuk memperolehnya.

Beberapa nasihat sederhana untuk membantu kita tidak serakah ketika bertrading.
> setia pada sistem trading trading kita.
Jangan habiskan waktu berlama-lama didepan grafik forex. Ini akan menimbulkan keinginan untuk membuka posisi baru.
> Miliki pemahaman bahwa tidak semua pergerakan harga harus menghasilkan profit bagi kita.
> Miliki target tertentu dalam trading harian /mingguan kita. Jangan terlalu tinggi. Ketika sudah tercapai, tutup platform dan matikan komputer lalu pergi tidur!
> Solusi terakhir : berhentilah memikirkan profit kita ketika kita tidur.

Cukupkanlah diri kita dengan profit yang ada, lebih menyenangkan tidur setelah menutup posisi profit sebesar 30 points dibandingkan bertrading lagi dan posisi baru kita masih terfloating?

2. Balas Dendam
Terjebak dalam 'serakah' ketika profit, biasanya akan mengalami loss pada trading-trading berikutnya. Bila tidak segera 'bertobat' maka akan berlanjut ke masalah psikologis selanjutnya yaitu : 'balas dendam'. Balas Dendam terhadap market biasanya mempunyai pemikiran begini : "Apapun yang terjadi, yang penting saya balik modal dulu"

Alih-alih balik modal, yang terjadi berikutnya adalah loss yang lebih besar lagi. Penyebabnya mereka yang sudah terkena pemikiran balas dendam seperti ini selalu berpikir untuk mencapai BEP (titik impas) dalam waktu yang singkat.

Akibatnya terjadi pembukaan posisi yang terkesan dipaksakan meskipun kondisi market tidak mendukung. Ujungnya adalah Loss.

Ingatlah, bukan kita yang mengatur market, tapi kitalah yang harus mengikuti pergerakan market. Market selalu menjadi sahabat yang sangat baik bagi mereka yang mampu mengikuti pergerakannya. Sebaliknya market menjadi musuh yang kejam ketika kita berseberangan dengan arah geraknya.

Lalu apa yang harus kita lakukan ketika terjadi loss dalam bulan-bulan pertama bertrading?
me-review ulang sistem trading dan segala kekurangan kita sendiri.
> apakah analisa kita masih tidak akurat?.
> apakah mental kita kurang siap?
> bahkan jikalau kita masih menemukan banyaknya kendala disana-sini ketika bertrading real-account, jangan malu untuk kembali ke demo, namun kembalilah dengan rencana yang jelas, apakah yang hendak kita lakukan di demo? Inilah yang harus di jawab.

Tips-tips singkat yang mungkin membantu terhindar dari sindrom balas dendam terhadap market :
> Tindakan pertama ketika loss : relakan dan pelajari dimana kekurangan kita.
> Bersikap sabar ketika loss sama seperti tenang ketika profit.
> Tunggu kesempatan terbaik untuk masuk ke market. Harusnya jika di trading pertama kita loss maka trading berikutnya lebih hati-hati lagi bukannya balas dendam.
> Jika loss kita cukup besar, adalah bijak berhenti bertrading sementara waktu sampai kita benar-benar pulih secara mental dan dapat bertrading kembali dengan kepala dingin.
> Pikirkanlah : Bukankah sudah sejak semula kita mengalokasikan dana forex ini sebagai risk capital? Artinya : kalaupun benar-benar hilang kita sudah siap. Bersikaplah konsisten terhadap keputusan yang kita ambil.

3. Ragu-ragu / Takut.
> Entry pada saat yang terlambat atau
> bahkan kehilangan kesempatan profit.
Benar kita harus berhati-hati dalam bertrading, namun berhati-hati bukan berarti takut.

Ketika kita mengambil posisi beli atau jual pada saat yang terlambat maka akibatnya harga dapat berbalik dari trend yang telah kita prediksikan dan tentu saja rugi terjadi.

Untuk menjadi seorang yang berani namun tetap berhati-hati memang bukan perkara yang sederhana. Yang kita butuhkan untuk dapat menjadi seperti itu adalah menguasai apa yang sedang kita tradingkan.

Forex adalah seperti hutan belantara bagi kebanyakan orang. Namun bukan berarti kita harus takut menghadapinya. Terutama ketika kita bertemu dengan pergerakan harga yang acap kali begitu liar tak terkendali. Jangan takut! Hadapi dengan kemampuan analisa kita, kita telah mempelajari banyak analisa dan teknik penyelamatan dana yang kita miliki untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Kita dapat tetap melihat dan menjadi ragu untuk masuk dan membeli/menjual GBP/USD atau sebaliknya mendulang profit dari sana.
Bahkan jikalau kita pernah mengalami loss ketika bertrading bukan berarti kita menjadi takut.

Satu-satunya cara untuk lepas dari ketakutan kita adalah mengenali bagaimana karakteristik pasar dan mampu memprediksikan pergerakan market dengan benar.
Semakin sering prediksi kita valid maka akan semakin besar keberanian untuk melakukan aksi Buy dan Sell.

Beberapa situasi membutuhkan keberanian untuk membuka dan menutup posisi. Misalnya pada saat news terjadi dan harga bergerak dengan cepat. Disaat seperti itu kita dituntut untuk benar-benar sigap, dan masuk/ keluar tanpa ragu-ragu (benar-benar stressful bagi kita)

Tips-tips sederhana mengalahkan ketakutan :
> Ketakutan terjadi jika kita benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada harga. Pertajam analisa kita.
> Berpikirlah sederhana. Terkadang kesederhanaan itu justru berguna. Jangan over analysis.
> Jangan sesali apa yang telah terjadi. Bahkan jikalau karena keputusan yang kita ambil terjadi kerugian. Pelajari dimana kekurangannya sehingga terjadi loss lalu benahi dan mulai lagi.
> Jangan terlalu sering melihat chart jika kita tidak mampu mengendalikan diri kita. Ketakutan akan semakin besar apabila posisi kita negatif dan terus menerus melihatnya.
> Ingatlah selalu untuk memasang Stop Loss.


-

Quotes, Cara Membaca Harga Forex

Quotes pada transaksi forex biasa ditulis bersamaan dengan pairs-nya dan selalu berubah-ubah mengikuti pasar dari waktu ke waktu (running/real time).

Cara membacanya cukup sederhana dengan mengingat 2 hal ini :
1. Mata uang yang pertama disebutkan adalah mata uang base-nya (base currency).
2. Base Currency nilainya selalu 1.

contoh :
USD/CHF 1.4623
berarti : 1 Dollar AS nilainya adalah 1.4623 Swiss Franc.
Apabila Dollar pada waktu berikutnya nilai USD/CHF 1.4630, berarti Dollar AS menguat 7 point, karena bisa membeli lebih banyak Swiss Franc.

Setiap pairs ada 2 harga yang ditampilkan, yaitu harga beli (bid) dan harga jual (offer).
Selisih antara bid dan offer disebut Spread.
Contoh :
USD/CHF 1.4623/28
Artinya : Harga jual Dollar AS adalah 1.4623 dan harga belinya 1.4628.
Spread disini adalah 5 (..28-..23 = 5).

Spread ditentukan oleh pialang, dan nilainya berbeda-beda antara pialang satu dengan yang lain.
Semakin kecil spread, makin baik bagi investor.
Untuk 5 jenis mata uang utama, spread bisa berkisar 3-5 points. Untuk pasangan mata uang yang jarang ditransaksikan (minor currency) seperti NZD/JPY misalnya, spread bisa bergerak hingga 8 points dikarenakan volume transaksi yang tidak terlalu ramai.



Pada perdagangan Forex, komoditas yang diperdagangkan adalah mata uang itu sendiri.
Misalnya GBP/USD, maka yang jadi barang adalah GBP sedangkan USD adalah mata uang pembanding yang menunjukkan harga barang tersebut pada harga jual dan belinya.
Jadi mata uang yang disebutkan didepan bertindak sebagai barangnya dan mata uang yang dibelakang sebagai penentu berapa nilainya.

Rabu, Juni 16, 2010

Moving Average (MA)

MA merupakan indikator berjenis trend yaitu :
indikator yang digunakan untuk menentukan trend yang sedang terjadi di market.

MA mempunyai 3 varian yang berbeda :
1. Simple Moving Average (SMA)
2. Weighted Moving Average (WMA)
3. Exponential Moving Average (EMA)


SIMPLE MOVING AVERAGE (SMA) (atau biasa di sebut MA saja)
adalah : moving average paling sederhana dan tidak menggunakan pembobotan dalam perhitungan terhadap pergerakan closing price.

Secara garis besar MA dapat digunakan untuk :
1. menentukan trend yang akan terjadi. (aplikasi Ma yang sering digunakan!!)
2. menentukan titik support dan ressistance.
3. memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.

http://www.leeroo.com/images/429_ma1.jpg

gbr. MA periode 10, meskipun sederhana, SMA efektif dalam menentukan trend yang sedang terjadi di market. Cara pembacaannya pun sederhana.

Jumat, Juni 11, 2010

Jam-jam Market dan Volatilitas

Jam-jam terbaik untuk bertrading dan kaitannya dengan volume transaksi forex kita.

Disini kita akan membandingkan pergerakkan harga pada beberapa jam tertentu.

Selasa, Juni 08, 2010

Trading hari ini

Selasa 8 Juni 2010



Perbedaan kurs masing2 broker



-

Trading dengan Time Frame (tipe-tipe trader)

Tipe-tipe trader

Berbagai grafik forex yang ditampilkan dapat menggunakan berbagai time frame yang berbeda.
Adalah bijaksana melakukan trading dengan multiple time frame.

Penggunaan time frame yang beragam membantu kita menentukan 2 hal :
> Trend global jangka panjang yang sedang terjadi
> waktu yang tepat untuk eksekusi Buy/Sell

ke-2 hal itu merupakan bagian krusial dalam bertrading. Bayangkan jika kita tidak mengetahui trend jangka panjang yang sedang terjadi, dan karena grafik 1 jam atau 15 menit kita, menunjukkan trend sedang mengarah ke downtrend. Lalu kita buka posisi Sell. Sementara, padahal trend jangka panjang menunjukkan harga sedang mengalami kenaikkan.

apa yang terjadi?

Dalam waktu singkat (beberapa jam kedepan), apabila analisa teknikal kita cukup valid, mungkin posisi kita akan profit. Namun tidak, jika kita menahan posisi kita berhari-hari, misalnya.
Dikarenakan dalam trend harian harga menunjukkan arah naik, maka secara perlahan posisi profit kita akan berubah menjadi minus.
Celakanya lagi, jika kita tidak menggunakan Stop Loss, maka besar kemungkinan Margin Call akan terjadi.

Nah, disinilah pentingnya kita menggunakan multiple time frame dalam bertrading.

Kebanyakan trader menggunakan time frame yang lebih besar untuk menentukan trend jangka panjang, seperti 4H (4 jam) atau D1 (harian).
Sedangkan untuk menentukan pengambilan posisi , digunakan time frame yang lebih pendek bisa 15 M (15 minutes) atau juga H1 (1jam).

Semua bergantung pada cara trading kita, setiap orang memiliki siklus trading yang berbeda-beda.



Siklus trading yang berbeda2 bisa dikarenakan:
> keterbatasan waktu, tidak dapat melihat harga setiap saat, sehingga memilih untuk bersikap lebih pasif.
> sementara yang lain memiliki waktu dan akses yang cukup sehingga memungkinkan untuk memantau pergerakkan harga dan mencoba mengambil profit semaksimal mungkin dalam dunia forex, sehingga mencoba tradingnya dengan membuka posisi harian.

SCALPER
Scalper memanfaatkan situasi pergerakan harga yang sangat kecil (yang tiada artinya bagi swinger). Bagi scalper, keuntungan 10-15 points sehari adalah sudah cukup, yang penting adalah stabilitas.

Maksudnya begini : Dengan mengambil keuntungan sekecil itu, para scalper berpandangan bahwa hal tersebut jauh lebih mudah dibandingkan mengejar keuntungan 100 points dalam 1 x tradenya.

Sering kali juga mereka mengambil jumlah lot yang jauh lebih banyak untuk 1 kali pembukaan posisi, dibandingkan para trader kebanyakan.

Andaikata dengan modal $2000, seorang swinger membuka lot hanya sebanyak 2 lot dalam 1 x transaksi, para scalper dapat membuka posisi hingga 5 x lipatnya! Bagaimana jika terjadi Margin Call? Titik margin call bagi scalper adalah titik Stop Loss.
Namun sebaliknya, ketika profit sebesar 10 points scalper peroleh, bayangkan saja : 10 x 5 = 50 lot, sama dengan seorang day trader, tapi kali ini jauh lebih mudah karena hanya mengincar 10 points saja.
Scalper dapat membuka posisi berkali-kali hingga puluhan kali dalam 1 hari, ....betapa aktifnya scalper!

Seorang Scalper biasanya menggunakan time frame 1 H dan 5 M dalam trading mereka.
1 H : untuk menentukan major trend yang sedang terjadi
5 M : digunakan sebagai penentu eksekusi.

Bagi Scalper, spread sangat penting perannya. Scalper seringkali mencari pialang yang spreadnya sangat kecil. Semakin kecil semakin baik, dikarenakan selisih 1-2 points saja sangat penting artinya. Itulah sebabnya scalper bertrading dengan pialang luar.

Kelebihan
> mudahnya mendapatkan profit yang kita kejar.
Pergerakkan 10 points bahkan dapat dicapai ketika pasar sedang sangat sepi dan bursa London dan New York sedang tutup !
-

Senin, Juni 07, 2010

Parabolic SAR dan Bollinger Bands

Parabolic SAR dan RSI adalah salah satu indikator utama dalam bertrading.

SAR singkatan dari : Stop And Reverse
artinya kurang lebih : Indikator penentu titik Stop Loss dalam trading.

Dalam perkembangannya, Parabolic SAR menjadi salah satu indikator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market), bersama dengan fasilitas yang bernama : Trailing Distance, yang banyak disediakan pada berbagai platform forex trading.



Penggunaan Parabolic SAR

kegunaan Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indikator lainnya.
Hanya saja Wilder menciptakan indikator ini untuk mengeliminir kekurangan MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering kali terjadi mis interpretasi.
Dengan SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.

Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada dibawah pergerakkan harga.
Sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada diatas dari pergerakkan harga.



Kelebihan parabolic SAR adalah tampilannya yang berupa titik, sehingga memudahkan seseorang membaca keadaan market, cukup melihat posisi titik SAR dibawah atau diatas dari bar untuk mengetahui trend yang sedang terjadi.

Semakin jauh jarak antara titik SAR dengan harga tertinggi atau terendah dari bar, menandakan semakin kuat trend naik/turun yang terjadi.

Dengan mengetahui bagaimana cara membaca Parabolic SAR, menjadi lebih mudah menggunakannya untuk melakukan aksi Buy, Sell atau Hold.
Sangat disarankan menggunakan SAR bersama indikator lainnya, misalnya dengan indikator bersifat oscillator seperti : Stochastic atau RSI.
  • Ini disebabkan, sama halnya dengan trend indikator lainnya, seringkali indikator jenis ini lamban dalam mengakomodasi perubahan harga, demikian juga dengan SAR. Itu sebabnya di sarankan untuk menambahkan Oscillator yang cenderung lebih cepat sehingga keduanya saling mengimbangi. SAR dapat mengurangi kecepatan Oscillator sedangkan Oscillator dapat berlaku sebaliknya.


Fibonacci Retracement

Dalam memprediksikan pergerakan mata uang, maka kita akan menemui kesulitan karena kita mengetahui apa yang terjadi saat ini, tetapi bagaimana pergerakan mata uang selanjutnya? Tidak ada tanda apapun yang dapat kita baca, karena indikator tidak muncul beberapa langkah didepan harga, tetapi tepat pada saat harga berada.



Fibonacci dalam forex, mempunyai 4 varian yaitu :
> Fibonacci Retracement
> Fibonacci Arc
> Fibonacci Fan
> Fibonacci Expansion

Fibonacci berguna untuk menentukan titik support dan ressistance dari pergerakkan harga.

Cara penggunaannya mudah, tinggal menghubungkan antara swing high dengan swing low.

Swing high adalah candlestick yang terletak diantara candlestick-candlestick yang lebih tinggi disebelah kanan dan kirinya.

Swing low adalah (kebalikkan dari swing high) bagian yang lebih rendah dibandingkan candle disebelah kanan kirinya.



Dengan menghubungkan kedua titik tersebut dengan garis fibonacci maka secara otomatis harga Support dan Ressistance akan terbentuk disana.

http://www.leeroo.com/images/701_fib2.jpg

Grafik diatas adalah gambaran GBP/USD dengan time frame (tf) 15 M.
Garis fibonacci itu dari 0.0 sampai 100.0 merupakan hasil penghubungan Titik Swing High dan Swing Low. Perhatikan garis retracement mampu dengan baik mengidentifikasi area-area support dan ressistance dari harga. Kelima garis retracement inilah yang berguna sebagai titik support dan ressistance.
Apabila harga berada diantara garis 100.0 dan 66.6 maka :
> garis 66.6, 50.0, 33.3, dan 0.0 merupakan batasan support
> dan garis 100.0 merupakan batasan ressistance

Minggu, Juni 06, 2010

Pivot Points

Sebenarnya materi ini tidak terlalu menarik untuk di bahas.

Pivot Points merupakan cara perhitungan untuk menentukan area support dan ressistance.

Tidak tergolong indikator, tapi masih termasuk analisa teknikal, karena mengambil keputusan berdasarkan proyeksi masa lalu.


Rumus :

Pivot Points = (H + L + C + O)/4

R1 = (2 x P) - L

R2 = P + (H - L)

S1 = (2 x P) - H

S2 = P - (H - L)


Keterangan :
H : High
L : Low
O : Open
C : Close

R : Ressistance
S : Support

Berbeda dengan Sup dan Ress menggunakan history harga, pada Pivot, kita menggunakan titik sup dan ress yang berlapis bahkan hingga beberapa kali.

Bagaimana cara pemakaian Pivot Point? Sebenarnya sama dengan bagaimana perilaku harga ketika mendekati titik sup dan ress nya.
Untuk mudahnya, secara ringkas kegunaan Pivot Point yaitu:
> Bila harga mendekati titik support, kemungkinan harga akan berbalik kembali ke atas atau jika trend turun terlalu kuat, maka harga akan menembusnya dan trend turun semakin kuat.
> Bila harga mendekati titik ressistance maka harga akan kembali bergerak turun menjauhi titik ressistance, namun jika trend naik terlalu kuat (biasanya karena isu fundamental) maka harga akan tembus titik ressistance untuk kemudian naik lebih jauh lagi.

Seberapa akurat penggunaan titik support dan ressistance dengan menggunakan pivot point?
Kunci ke akuratan pivot point berada pada pengambilan titik High, Low dan Close yang tepat sesuai dengan history yang terjadi.
> Banyak trader memodifikasi sedemikian rupa pivot mereka, sehingga tidak lagi menggunakan
H, L, C, dan O pada candle sebelumnya, tetapi bisa saja beberapa candle sebelumnya diringkas menjadi satu.
> Trader lainnya memodifikasi rumus pivot sehingga sesuai dengan cara trading mereka.


Pivot cukup ampuh ketika harga tidak sedang dipengaruhi berita atau isu-isu fundamental yang kuat. Ketika berita muncul dan volatilitas harga menjadi tidak rutin tetapi lebih cenderung bergerak karena demand dan supply tak beraturan, pivot menjadi kurang efektif -----> lebih baik beralih ke perhitungan sup dan ress secara psikologis, bukan secara teknis seperti pivot.

Pivot Point berguna sebagai patokan harga, dimana menurut psikologi trading adalah titik berat harga.

Anda dapat menjadikan pivot point sebagai nilai Take Profit atau Stop Loss anda.
Kegunaan yang lain adalah : gunakan di time frame daily ( Ini hanya sekedar pengamatan analisis harga, tidak selalu 100% benar) :
1. Jika harga pembukaan diatas pivot : Trend Naik.
2. Sebaliknya : jika harga pembukaan dibawah pivot : Trend Turun.

Untuk menghitung pivot cenderung H1, tetapi ada juga yang menggunakan D1 -----> tergantung dari masing-masing trader.

Biasanya trader menggunakan indikator yang mudah digunakan seperti garis fibonacci, untuk menentukan titik sup dan ress harga.

Menghitung pivot point bisa menggunakan time frame / periode berapa saja, dapat mengambil 1 candle stick dibelakang batang sekarang.


Quoting susanti:
saya mau tanya, apakah fibonacci itu menentukan titik ressistance dan support, seperti perhitungan calculator pivot? dan bisakah kedua itu di pakai dan apakah sejalan, sama nilai perhitungan yang di dapatkan? :-?

Benar bu untuk indikator fibonacci dapat di gunakan untuk menentukan supp dan res dam jika ibu ingin memadukan indikator fibonacci dengan calculator pivot dapat di coba bu, jika kami cenderung lebih menggunakan indikator fibonacci namun jika ingin di coba silahkan saja dan sebaiknya ibu mencoba menggunakannya di demo account terlebih dahulu karena jika langsung di coba di real account sangat riskan bu.Terima kasih.



-

Sabtu, Juni 05, 2010

Money Management

Money Management, menentukan kelas dalam bertrading kita, karena kelas suatu bisnis terletak pada tata kelolanya.

Tanpa money management, mungkin kita akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang.

Money Management dalam forex adalah :
Sekumpulan rule terintegrasi dalam sebuah trading system mengenai bagaimana anda mengontrol keuangan anda selama bertrading.

Jumat, Juni 04, 2010

Mengelola Resiko dalam Forex

Bila kita hendak bertrading di dunia forex, maka kita lebih cocok mengelola resiko ketimbang menghindari resiko.

Kita mengenal mengelola resiko pada forex :
1. Cut Loss
2. Switching
3. Averaging
4. Cross Hedging

ad.1 CUT LOSS
Cut Loss adalah tindakan menutup posisi yang sedang dalam merugi, untuk menghindari kerugian yang lebih banyak lagi.



Tips :
Lakukan Cut Loss, apabila analisa ulang, harga akan bergerak terus menerus melawan posisi anda
> Kalau keputusan Cut Loss benar, berarti mencegah diri dari kerugian yang lebih besar.
> Kalau keputusan Cut Loss salah, berarti mencegah diri dalam hal mengurangi kerugian saat ini.....atau bahkan mencapai profit.

ad. 2. SWITCHING
Secara praktis, kita menutup posisi kita ( Cut Loss ) yang sedang merugi dan berlawanan dengan prediksi kita, kemudian membuka posisi baru mengikuti harga yang bergerak berlawanan tersebut, dengan harapan, keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari posisi yang pertama yang sudah Cut Loss.


Tips :
Lakukan SWITCHING dengan membuka posisi kedua yang berlawanan dengan posisi yang pertama hanya bila prediksi keuntungan melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.
> Kalau ternyata harga berubah, ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka kita akan menderita kerugian 2 kali, yaitu :posisi pertama, dan posisi kedua juga.


ad. 3. AVERAGING
Averaging adalah membuka lagi posisi baru searah dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan atau searah dengan keyakinan harga akan bergerak sesuai dengan prediksi kita. Averaging diambil saat kita yakin bahwa perubahan harga yang terjadi akan kembali berubah sesuai prediksi semula.




ad. 4. CROSS HEDGING

Hedging berarti kita membuka 2 posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun, nilai floating tetap sama sehingga melindungi posisi yang dimiliki (hedging : lindung nilai)

Istilah Hedging/locking diambil karena saat kita menggunakan tehnik ini posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan, akibat memiliki 2 posisi yang saling berlawanan.

Ada pialang/broker yang tidak memperbolehkan hedging, karena secara logika berarti kita bermain dengan diri kita sendiri, hal ini berarti profit kita disalah satu posisi merupakan kerugian kita di posisi yang lain.

Berbeda dengan hedging,
CROSS HEDGING berarti kita membuka 2 posisi yang berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih serumpun.
Maksud serumpun adalah : trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang cenderung sama.
seperti :
> GBP/USD dengan EUR/USD
> AUD/USD dengan NZD/USD


Grafik EUR/USD dan GBP/USD periode satu jam.
Sesuai dengan teori, pergerakan EUR/USD dan GBP/USD cenderung sama.

Misalnya :
> Kita ekspektasi GBP/USD akan naik, kemudian membuka posisi Buy 1 lot, tapi ternyata harga bergerak turun. Untuk mencegah kerugian, maka dibukalah posisi Sell 1 lot tapi bukan di GBP/USD melainkan di EUR/USD yang juga menunjukkan kecendrungan harga bergerak turun.

> Kemudian harga bergerak turun baik GBP/USD maupun EUR/USD. Di satu sisi nilai floating loss GBP/USD membesar namun di lain sisi nilai floating profit EUR/USD juga bertambah.

> Harga bergerak turun sampai mulai menunjukkan bahwa harga akan kembali naik. Pada saat harga akan kembali naik, maka posisi sell 1 lot EUR/USD ditutup dengan kondisi profit. Dan sekarang ke posisi buy 1 lot GBP/USD, yaitu posisi pertama kita.

> Singkat cerita, harga naik terus sampai lebih tinggi dari open price posisi buy GBP/USD tersebut (profit), kemudian posisi buy GBP/USD 1 lot tersebut ditutup dalam kondisi profit.




Tips :
1. Cross Hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan menghasilkan profit seperti kasus di atas.
2. Pergerakan pasangan mata uang serumpun tidak selalu searah.
artinya : terkadang GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun, hal ini mungkin terjadi apabila mata uang GBP mengalami penguatan, dan EUR mengalami penurunan
3. Pergerakan pasangan mata uang serumpun tidak identik.
artinya : apabila GBP/USD menguat 5 point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti menguat sebanyak 5 point.

-